Olahraga Berdarah – Tugas Besar Mata Kuliah Information Retrieval IT Telkom kategori Foto Outdoor
|
|
|
| Hari itu hari minggu. Matahari bersinar dengan penuh semangat. 3 orang pemuda, Novianto, Firman, Jacob, tengah bersiap untuk berolahraga. Tetapi ada yang aneh, seorang pemuda tampak mengenakan celana panjang non training. Haha… | Setelah memastikan bahwa pintu seluruh pintu rumah telah terkunci, mereka melakukan pemanasan dengan berlari pelan aka jogging. Dengan penuh percaya diri, mereka berlari mengitari komplek rumah mereka yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. |
![]() |
![]() |
| Masih di hari yang sama dan tempat yang sama, terlihat 2 orang pemuda sok keren dan beradrenalin tinggi tengah beradu balap motor. Ngeeng ngeeeeeng bruuummm brruuummm. Jarum di speedometer menunjuk angka 0. Hah? Iya, ternyata speedometer mereka rusak. | Tiba-tiba, di sebuah lintasan lurus terpanjang yang dimiliki komplek ini, salah seorang pembalap gadungan tadi terjatuh. Dapat dilihat dari tayangan ulang, terlihat buah mangga di tengah lintasan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan ini. |
![]() |
![]() |
| Kebetulan sekali TKP berada tidak jauh dari lokasi Novianto berolahraga. Dengan sigap, Novianto dan Firman menolong pemuda tadi. Untung saja pemuda tadi tidak mendapatkan luka serius, hanya luka bakar biasa di bagian pergelangan kaki. | Jacob, yang berlari mendahului Novianto dan Firman, tidak tahu menahu tentang kecelakaan tadi. Dia terus berlari. Tetapi apa yang terjadi? Dia ditabrak oleh pembalap liar lainnya. Ini jelas sebuah kesengajaan. Lihat saja gambarnya. Haha… |
![]() |
![]() |
| Jacob terjatuh sambil menahan sakit. Begitu juga dengan si pembalap liar, ia berusaha mengendalikan laju motornya agar tidak terjatuh, dan ia berhasil. Selamat untuk si pembalap liar. Mission complete!! Oh, poor Jacob. | Lagi lagi Novianto dan Firman memperlihatkan aksi heroiknya. Novianto segera berlari kearah si pembalap liar, sedangkan Firman menolong kawannya Jacob yang masih terduduk lemas. Beberapa pohon pisang menjadi saksi aksi heroic mereka. |
![]() |
![]() |
| Akhirnya mereka semua berkumpul untuk mengerjakan Tugas Information Retrieval. Maaf maksud kami berkumpul untuk mencari solusi terbaik dari apa yang telah terjadi. Novianto memberi nasehat kepada para pembalap liar sekaligus mendamaikan mereka dengan si korban. | Mereka berkenalan, berbincang-bincang dan bergurau sembati memulihkan kondisi mereka. Setelah kondisi mereka membaik, mereka pun pulang bersama-sama. Berhubung hanya terdapat 2 sepeda motor, maka dapat dipastikan ada 1 orang yang pulang berjalan kaki, Novianto. Poor Novianto. |
Lebih Baik Terlambat Daripada Tidak Sama Sekali – Tugas Besar Mata Kuliah Information Retrieval IT Telkom kategori Foto Indoor
![]() |
![]() |
| Waktu menunjukkan saat itu pukul 09.30 WIB. Alief dan Novianto berlari kencang, menyusuri koridor-koridor sempit di kampus mereka. Mereka berusaha mengejar keterlambatan mereka. Mereka berlari begitu cepat, sehingga kamera tidak mampu menangkap gambar berkualitas tinggi. Haha… | Ternyata mereka lupa di ruang mana mereka akan kuliah. Mereka pergi ke Roster untuk mencari tahu. Information Retrieval – A.205, Sistem Operasi – A.105, itu yang tertulis pada jadwal kuliah di depan Novianto. |
![]() |
![]() |
| Mereka pun berlari menuju A.205, tempat kuliah mereka. Puluhan anak tangga mereka lewati. Sesampainya di A.205, mereka baru sadar mereka salah ruangan. Lihat keterangan foto sebelumnya! Ya, Information Retrieval – A.205, bukan Sistem Operasi. Mereka pun berlari menuju A.105. | A.105, kelas begitu sepi. Tampak di papan tulis terdapat pengumuman bahwa kuliah hari ini ditiadakan. Perasaan kecewa, senang, menyesal menjadi satu. Satu yang pasti, lelah. Mereka beristirahat sejenak sambil mengatur nafas, lalu berpisah. |
![]() |
![]() |
| Hari yang sama, pukul 09.35, terlihat Hendrik memasuki kelas. Sang Dosen yang tengah mengajar terganggu oleh kehadiran Hendrik yang terlambat lebih dari 30 menit. Tapi tunggu, ada yang aneh. Coba anda perhatikan pakaian Sang Dosen!! | Hendrik berusaha menjelaskan alasan mengapa ia terlambat. Tapi Sang Dosen berkaos merah ini tidak mau mendengarkan penjelasan Hendrik. Ia memaksa mahasiswanya itu untuk menutup pintu kelas dari luar. Hendrik pun hanya bisa mengikuti apa kata Sang Dosen. |
![]() |
![]() |
| Sesuai scenario (haha…), Hendrik bertemu dengan Novianto. Mereka bertegur sapa dan bertukar informasi apa yang telah terjadi. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pergi ke tengah gedung B untuk melihat papan pengumuman. | Di papan pengumuman terdapat berita bahwa kuliah Sistem Operasi ditiadakan dan akan diganti di kemudian hari. Novianto mencatat kapan dan dimana kuliah pengganti tersebut akan dilangsungkan. Ia pun berterima kasih kepada Hendrik yang talah mengajaknya melihat papan pengumuman. |
![]() |
![]() |
| Tidak jauh dari papan pengumuman, Alief dan Firman tengah bersantai. Alief santai membaca surat kabar, siapa tahu ada informasi yang menarik. Sedangkan Firman yang memang tidak ada kuliah, santai ber-sms ria. | Daripada pulang, Novianto dan Hendrik memutuskan untuk bergabung dengan Alief dan Novianto. Sebuah informasi menarik tertera di surat kabar. Mereka membacanya bersama-sama. Ok, cerita selesai sampai disini. Dibutuhkan kritik dan saran anda. Terima kasih. |
Comments (42)









Comments (16)









Comments (2)























